Jumat, 13 Januari 2012

Dikira Bom, Tas Hitam Gegerkan Kuta Bali

Saat dicek, tas hanya berisi barang-barang elektronik dan kepingan VCD.

Sabtu, 14 Januari 2012, 11:39 WIB
Ita Lismawati F. Malau
Personil penjinak bom (Antara/ Muhamad Nasrun)
VIVAnews - Sebuah tas hitam yang terletak di Pie Legong, Jalan By Pass Ngurah Rai, Kuta, Bali sempat diduga bom oleh warga yang menemukan. Tapi, polisi membantah.

Juru bicara Polda Bali Komisaris Besar Haryadi menjelaskan bahwa tas hitam itu hanya berisi kepingan VCD. "Bukan bom," dia saat dihubungi VIVAnews.com, Sabtu 14 Januari 2012. Penemuan ini sempat membuat geger warga dan pengunjung di sekitar Kuta.

Bermula saat kepolisian sektor mendapat laporan dari salah satu warga yang melihat sebuah tas hitam mencurigakan diletakkan seseorang di jalan itu, pukul 09.00 Wita. Informasi ini kemudian diteruskan Polsek Kuta ke Polda Bali.
"Kami langsung turunkan tim penjinak bom ke lokasi. Kami juga sterilkan jalan itu," jelas Haryadi. Penjinak bom lantas mengamankan dan meledakkan tas hitam. Saat dicek, tas hanya berisi barang-barang elektronik dan kepingan VCD.

Polsek Kuta AKP Gede Ganefo menambahkan temuan ini sempat membuat ramai apalagi informasi sampai beredar di dunia maya dan jejaring sosial semisal Twitter. "Hasilnya negatif, bukan bom," tegas dia. (ren)
Laporan: Bobby Andalan | Bali
• VIVAnews

Dikira Bom, Tas Hitam Gegerkan Kuta Bali

Saat dicek, tas hanya berisi barang-barang elektronik dan kepingan VCD.

Sabtu, 14 Januari 2012, 11:39 WIB
Ita Lismawati F. Malau
Personil penjinak bom (Antara/ Muhamad Nasrun)
VIVAnews - Sebuah tas hitam yang terletak di Pie Legong, Jalan By Pass Ngurah Rai, Kuta, Bali sempat diduga bom oleh warga yang menemukan. Tapi, polisi membantah.

Juru bicara Polda Bali Komisaris Besar Haryadi menjelaskan bahwa tas hitam itu hanya berisi kepingan VCD. "Bukan bom," dia saat dihubungi VIVAnews.com, Sabtu 14 Januari 2012. Penemuan ini sempat membuat geger warga dan pengunjung di sekitar Kuta.

Bermula saat kepolisian sektor mendapat laporan dari salah satu warga yang melihat sebuah tas hitam mencurigakan diletakkan seseorang di jalan itu, pukul 09.00 Wita. Informasi ini kemudian diteruskan Polsek Kuta ke Polda Bali.
"Kami langsung turunkan tim penjinak bom ke lokasi. Kami juga sterilkan jalan itu," jelas Haryadi. Penjinak bom lantas mengamankan dan meledakkan tas hitam. Saat dicek, tas hanya berisi barang-barang elektronik dan kepingan VCD.

Polsek Kuta AKP Gede Ganefo menambahkan temuan ini sempat membuat ramai apalagi informasi sampai beredar di dunia maya dan jejaring sosial semisal Twitter. "Hasilnya negatif, bukan bom," tegas dia. (ren)
Laporan: Bobby Andalan | Bali
• VIVAnews

Rohaniwan di AS Curi Uang untuk Berjudi

Akibat ulahnya ini, Kevin McAuliffe dihukum penjara selama 3 tahun dan 1 bulan.

Sabtu, 14 Januari 2012, 11:45 WIB
Eko Huda S
Suatu kompleks Penjara di Amerika Serikat (REUTERS)
VIVAnews - Seorang rohaniwan Katolik Roma di Las Vegas, Amerika Serikat, dihukum penjara selama 3 tahun 1 bulan. Dia ketahuan berjudi dengan memakai uang jemaat suatu gereja.

Menurut stasiun berita BBC, rohaniwan itu bernama Kevin McAuliffe. Dia mengambil uang jemaat gereja yang dia pimpin sebesar US$650.000 atau sekitar Rp5,8 miliar untuk menyalurkan kebiasaan berjudinya.

Pengacara McAuliffe meminta kliennya dihukum percobaan supaya tetap bisa bertindak sebagai pemimpin umat dan mendapat konseling atas kecanduannya.

Pengacara juga berpendapat McAuliffe telah mulai mengembalikan uang yang dipakai ke paroki sejak Mei dan telah mengembalikan uang sebesar US$13.420 hingga saat ini. Namun, hakim justru memvonis McAuliffe empat bulan lebih berat dari tuntutan jaksa.

Sementara itu, jaksa berpendapat McAuliffe mampu menyembunyikan kejahataannya itu karena ia sebagai penanggung jawab laporan keuangan keuskupan di Las Vegas dan San Francisco.

Pada bulan Oktober yang lalu, McAuliffe mengaku bersalah atas tiga dakwaan penipuan email dan memalsukan dokumen yang dikirim ke Keuskupan Agung pada 2008, 2009 dan 2010. Akibat ulahnya itu, McAuliffe juga telah dikeluarkan dari paroki Las Vegas dan dilarang bertugas di keuskupan.

Saat vonis dibacakan, para pendukungnya menangis terisak-isak di ruang sidang karena hakim menyatakan McAuliffe telah menyalahgunakan posisinya.

McAuliffe sendiri menyatakan menyesali perbuatannya itu. "Bersalah, malu dan membenci diri sendiri."

Dia mengaku rela kehilangannya posisinya di gereja dan meminta keringanan hukuman sehingga ia bisa memberikan ganti rugi. Dia juga mengaku rela dipenjara selama 60 tahun untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya ini. (ren)
• VIVAnews

Rohaniwan di AS Curi Uang untuk Berjudi

Akibat ulahnya ini, Kevin McAuliffe dihukum penjara selama 3 tahun dan 1 bulan.

Sabtu, 14 Januari 2012, 11:45 WIB
Eko Huda S
Suatu kompleks Penjara di Amerika Serikat (REUTERS)
VIVAnews - Seorang rohaniwan Katolik Roma di Las Vegas, Amerika Serikat, dihukum penjara selama 3 tahun 1 bulan. Dia ketahuan berjudi dengan memakai uang jemaat suatu gereja.

Menurut stasiun berita BBC, rohaniwan itu bernama Kevin McAuliffe. Dia mengambil uang jemaat gereja yang dia pimpin sebesar US$650.000 atau sekitar Rp5,8 miliar untuk menyalurkan kebiasaan berjudinya.

Pengacara McAuliffe meminta kliennya dihukum percobaan supaya tetap bisa bertindak sebagai pemimpin umat dan mendapat konseling atas kecanduannya.

Pengacara juga berpendapat McAuliffe telah mulai mengembalikan uang yang dipakai ke paroki sejak Mei dan telah mengembalikan uang sebesar US$13.420 hingga saat ini. Namun, hakim justru memvonis McAuliffe empat bulan lebih berat dari tuntutan jaksa.

Sementara itu, jaksa berpendapat McAuliffe mampu menyembunyikan kejahataannya itu karena ia sebagai penanggung jawab laporan keuangan keuskupan di Las Vegas dan San Francisco.

Pada bulan Oktober yang lalu, McAuliffe mengaku bersalah atas tiga dakwaan penipuan email dan memalsukan dokumen yang dikirim ke Keuskupan Agung pada 2008, 2009 dan 2010. Akibat ulahnya itu, McAuliffe juga telah dikeluarkan dari paroki Las Vegas dan dilarang bertugas di keuskupan.

Saat vonis dibacakan, para pendukungnya menangis terisak-isak di ruang sidang karena hakim menyatakan McAuliffe telah menyalahgunakan posisinya.

McAuliffe sendiri menyatakan menyesali perbuatannya itu. "Bersalah, malu dan membenci diri sendiri."

Dia mengaku rela kehilangannya posisinya di gereja dan meminta keringanan hukuman sehingga ia bisa memberikan ganti rugi. Dia juga mengaku rela dipenjara selama 60 tahun untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya ini. (ren)
• VIVAnews

Kamis, 10 November 2011



Dua Investor Belum Teken Amendemen Trans Jawa

Dua investor itu untuk ruas tol Batang-Semarang dan Semarang-Solo.

JUM'AT, 11 NOVEMBER 2011, 06:01 WIB
Antique
VIVAnews - Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menyatakan masih terdapat dua investor atau badan usaha jalan tol yang belum menandatangani amendemen perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT).

"Untuk Trans Jawa tinggal dua, dari sembilan ruas tol yang ada," kata Kepala BPJT, Ahmad Ghani Gazali, kepada VIVAnews.com di Jakarta, Kamis 10 November 2011.

Dua jalan tol tersebut, Ghani menuturkan, yakni ruas tol Batang-Semarang dan Semarang-Solo, yang masing-masing dikelola oleh PT Marga Setia Puritama dan PT Trans Marga Jateng.

Dia mengungkapkan, penyebab belum ditandatanganinya amendemen PPJT tersebut karena adanya permasalahan pemegang saham seperti pada ruas tol Batang-Semarang. "Sedangkan untuk Semarang-Solo, menunggu persetujuan Menteri Keuangan," tutur Ghani.

Mudah-mudahan, Ghani berharap, untuk kedua ruas tersebut, maksimum bulan depan segera ditandatangani. Sementara itu, untuk pembebasan lahan, ia mengungkapkan, baru 42 persen secara keseluruhan untuk Trans Jawa. "Status yang saya tahu sih, sudah 42 persen dibebaskan," kata Gani.
Selain dua ruas tol Trans Jawa, menurut Gani, ada empat jalan tol non Trans Jawa yang juga belum menandatangani amendemen PPJT. "Empat ruas tol itu yakni Gempol-Pandaan, Gempol-Pasuruan, Waru (Aloha)-Wonokromo-Tanjung Perak, dan Pasuruan-Probolinggo," ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Djoko Muryanto, mengatakan, dari 24 ruas tol yang sempat mangkrak pembangunannya, terdapat 17 ruas tol yang pengelolanya sudah menandatangani amendemen. Sementara itu, sisanya atau tujuh lagi sedang proses justifikasi dan perhitungan-perhitungan lainnya.

"Jika semuanya sudah menandatangani (amendemen), mereka akan mulai beroperasi pada 2012 dan itu sudah ada jadwal per bulannya," kata dia.

Semuanya, Djoko melanjutkan, harus terjadwal dalam amendemen. Sebab, kalau dulu sebelum adanya amendemen PPJT, jika dalam pengerjaannya terdapat di luar ketentuan dapat dibawa ke pengadilan. "Sedangkan dalam amendemen baru ini, jika investor melanggar perjanjian, pemerintah dapat memutuskan perjanjian kontrak secara sepihak," tuturnya.

Berikut ini 24 proyek jalan tol yang ditargetkan mulai dibangun pada 2012:
A. Trans Jawa (sembilan ruas)
1. Cikampek-Palimanan (PT Lintas Marga Sedaya): 116 kilometer (km)
2. Pejagan-Pemalang (PT Pejagan Pemalang Toll Road): 57,5 km
3. Pemalang-Batang (PT Pemalang Batang Tol Road): 39 km
4. Batang-Semarang (PT Marga Setia Puritama): 75 km (belum menandatangani amendemen PPJT)
5. Semarang-Solo (PT Trans Marga Jateng): 75 km (belum menandatangani amendemen PPJT)
6. Solo-Mantingan-Ngawi (PT Solo Ngawi Jaya): 90,1 km
7. Ngawi-Kertosono (PT Ngawi Kertosono Jaya): 87 km
8. Kertosono-Mojokerto (PT Marga Hanurata Instrinsic): 40,5 km
9. Surabaya-Mojokerto (PT Marga Nujyasumo Agung): 36,27 km

B. JORR W2
10. Cengkareng-Batu Ceper-Kunciran  (PT Marga Kunciran Cengkareng): 15,22 km
11. Kunciran-Serpong (PT Marga Trans Nusantara): 11,19 km
12. Serpong-Cinere (PT Cinere Serpong Jaya): 10,14 km
13. Cinere-Cimanggis (PT Translingkar Kita Jaya): 14,7 km
14. Cimanggis-Cibitung (PT Cimanggis Cibitung Tollways): 25,39 km
15. Cibitung-Cilincing (PT MTD CTP Expressway): 34,5 km

C. Non Trans Jawa
16. JORR seksi W2 Utara: 7 km (PT Marga Lingkar Jakarta)
17. Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (PT Kresna Kusuma Dyandra Marga): 21,04 km
18. Depok-Antasari (PT Citra Waspphutowa): 21,55 km
19. Bogor Ring Road (seksi II dan III)  (PT Marga Sarana Jabar): 7,15 km
20. Ciawi-Sukabumi (PT Trans Jabar Tol): 54 km (belum menandatangani amendemen PPJT)
21. Gempol-Pandaan (PT Margabumi Adhikarya): 13,61 km  (belum menandatangani amendemen PPJT)
22. Gempol-Pasuruan (PT Transmarga Jatim Pasuruan): 33,73 km (belum menandatangani amendemen PPJT)
23. Waru (Aloha)- Wonokromo-Tanjung Perak (PT Margaraya Jawa Tol): 17,72 km (belum menandatangani amendemen PPJT)
24. Pasuruan-Probolinggo (PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol): 45,32 km (belum menandatangani amendemen PPJT)
(art)
• VIVAnews

Sari Hula Hula akan Luncurkan Album Baru

"Masih rahasia dong. Nanti diceritain pas sudah selesai materinya," katanya.

JUM'AT, 11 NOVEMBER 2011, 06:01 WIB
Aries Setiawan, Beno Junianto
VIVAnews - Musik dangdut tenggelam, membuat pedangdut Sari Hula-hula memilih untuk berbisnis. Pedangdut yang punya julukan si goyang hola hop itu mengaku, sudah lima tahun menjadi importir tas fashion dari Korea.

“Sejak dangdut sudah tidak muncul di televisi lagi, aku ikut membantu bisnis keluarga. Kebetulan mama memang jadi importir tas, jam dan aksesoris dari Korea," kata Sari saat ditemui di toko hula-hula miliknya di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Kamis 10 November 2011.

"Alhamdulillah pelanggannya sudah ratusan di seluruh Indonesia,” tambahnya.

Menurutnya, rezeki sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Meski sudah lama tampil dibelantika musik dangdut, rejekinya tetap saja ada. "Setelah dijalani dengan ikhlas dan sabar, ternyata bisnis ini sangat menguntungkan,” kata Sari.

Sambil mempromosikan, Sari mengatakan, dirinya menjamin barang-barang dagangannya berkualitas tinggi. "Kebetulan yang belanja itu mama aku langsung. Setiap bulan mama pasti berangkat ke Korea dan mengirim barang-barangnya langsung dari sana," jelasnya.

Meski sudah keasyikan berbisnis, pelantun 'Penyesalan' itu tetap saja kangen menyanyi dan bergoyang hola hop lagi. “Menyanyi itu kan memang sudah hobi aku, jadi nggak bisa aku tinggalkan begitu saja," tuturnya.  Rencananya, pertengah bulan November ini dia akan melaunching album barunya.

Ditanya soal akan seperti apa albumnya, Sari belum bisa mengungkapkannya. "Masih rahasia dong. Nanti aja diceritain pas sudah selesai materinya. Sekarang masih dalam tahap proses akhir, pokoknya bulan November ini akan diluncurkan," pungkasnya.
• VIVAnews

Pegawai Toko Ini Pensiun di Usia 96 Tahun

Dia tidak pernah menganggur sejak umur 14 tahun.

JUM'AT, 11 NOVEMBER 2011, 06:09 WIB
Denny Armandhanu, Indrani Putri
VIVAnews - Seorang pria berhenti dari pekerjaannya sebagai penyambut pelanggan di sebuah toko peralatan rumah tangga di Inggris, beberapa hari jelang ulang tahunnya yang ke-97. Pria ini telah bekerja di toko tersebut selama lebih dari 20 tahun, dan ia berkata pekerjaan itu telah membantunya awet muda.

Syd Prior mulai bekerja di toko B&Q cabang Wimbledon sejak usianya 76. Namun ia dipindahkan ke cabang yang lebih besar di New Malden. Seperti dimuat harian Daily Mail, Kamis 10 November 2011, yang mendasarinya untuk mengundurkan diri adalah keinginannya untuk lebih banyak menghabiskan waktu makan siang bersama kawan-kawannya, serta supaya bisa punya waktu untuk nonton bioskop.

"Bekerja dengan orang dari berbagai usia memberi orang-orang muda kesempatan belajar sedikit demi sedikit dari orang tua seperti saya. Sebaliknya, mereka juga membantu saya untuk tetap berjiwa muda," kata Prior yang percaya bahwa kerja keras adalah kunci kebahagiaan dan umur panjang.

Pria ini mendapatkan pekerjaan pertamanya saat berusia 14 tahun. Pada tahun 1939, Prior bergabung dengan Angkatan Bersenjata membela Inggris hingga akhir Perang Dunia II di Afrika Utara dan Inggris.

Setelah keluar dari angkatan bersenjata, Prior sempat menjadi salesman untuk sebuah perusahaan mesin dan menjaga toko kelontong milik keponakannya. Akhirnya, ia ditawari teman lamanya yang menjadi manager B&Q untuk bekerja di sana.

Prior yang disebut-sebut sebagai pekerja berdedikasi ini merayakan ulang tahunnya yang ke-95 bersama para koleganya. Usia yang tak muda lagi tak menghalanginya untuk tidak ambil bagian dalam sebuah acara tarian massal di Inggris pada Maret tahun lalu.

"Saya merasa terhormat sering bertemu dengan Syd di toko New Malden dimana ia bekerja sebagai penyambut tamu. Dia pantas sekali  memperoleh pensiun kedua dan istirahat yang layak seperti yang diinginkannya," kata Euan Sutherland, CEO Kingfisher Inggris dan Irlandia, yang membawahi B&Q. (sj)
• VIVAnews